FAKTA DAN MITOS TENTANG FOREX YANG BELUM BANYAK DIKETAHUI

Posted on

Tak dapat dipungkiri, foreign exchange adalah salah satu cara investasi yang bisa memberikan imbal hasil yang signifikan. Bahkan jika strategi, metode dan pendekatannya sesuai dengan kondisi pasar dan timing entry dan exit factor pas, maka persentase go back pun bisa too precise to be genuine.

Kalau begitu kenyataannya, lantas kenapa masih begitu banyak ketakutan dan pandangan negatif — selain resesi — yang beredar tentang buying and selling foreign exchange, sehingga tak jarang ketika kata “forex” diucapkan, teman-temanmu mulai menjauhi kamu?

Jawaban singkatnya, Greed and Ignorance. Masih banyak yang percaya trading the Forex market adalah cara tercepat dan termudah untuk kaya raya, tapi mayoritas yang percaya begitu berujung kehilangan semua dana yang mereka tuangkan. Jawaban panjangnya, mari kita ngulas satu in step with satu pemahaman yang salah kaprah tentang trading forex ini.

#1 Cara Cepat Kaya dengan Forex – Mitos

Mitos yang paling populer di linimasa, hampir semua trader yang baru saja mulai termakan impresi cepat kaya dari trading foreign exchange. Keinginan untuk instan kaya itu sepertinya hasrat mendasar dari pemula, apalagi kalau mager melakukan riset singkat, anggap saja googling cara kerja buying and selling foreign exchange serta cek mitos dan faktanya.

Bagaimana kalau sudah terlanjur terjun? Ya , minimal kuasai dasar trading foreign exchange dan mulai lepas pemikiran “Trading Forex, Cepat Kaya”. Kalau mau sukses, tidak ada yang instan. Cerna semua informasi yang bisa kamu kumpulkan tentang the Forex market dan latih terus displin dan kesabaranmu. Trading forex butuh jam terbang yang banyak dan kejelian dalam menggunakan metode trading yang cocok dengan kondisi pasar.

#2 Ikuti Apa yang Orang Lain Lakukan Alias Copy Trade

Hati-hati ketika mendapat saran bagaimana cara buying and selling, apa yang perlu ditukar dan kapan ditukar. Bisa jadi, karena kamu baru terjun di dunia the Forex market, ada oknum yang mengajak kamu untuk ikuti semua sarannya. Ingat, mau untung ataupun rugi, semua resiko akan berdampak ke modal dan mental kamu. Jadi sebaiknya untuk dealer pemula, fokus untuk mengembangkan skill dan kemampuan untuk mengambil keputusan, membuat analisa, dan mengambil konklusi dengan mandiri.

Sekalipun ada trader expert yang bersedia membantu kamu, pastikan informasi yang kamu terima sudah disaring dan pertimbangkan akurasinya sebelum bertindak. Pada akhirnya, yang mengambil keputusan buying and selling dan mampu mengukur batas toleransi untung:rugi hanyalah kamu.

#three Makin Sering Trading, Makin Bagus Performa – Mitos

Perbanyak transaksi buying and selling forex dan keep banyak posisi, bukan berarti performa tradingmu mengalami pertumbuhan. Bukannya semakin bagus performa, kamu malah menombok biaya dealer, pajak, penalty dan komisi yang akan menguras nilai performa akhir kamu. Selain itu, banyak waktu dihabiskan untuk mengurus akun yang brilliant-duper aktif. Sudah capek duluan, yang ada makin strain, bukan?

Beda cerita kalau posisi yang kamu tahan merupakan bagian dari strategi yang kamu terapkan untuk hedging. Tapi hedging dalam buying and selling forex butuh ability dan manajemen aset yang aktif, tidak semudah gambarannya — satu nilai valas turun, pasangannya cenderung naik, dan sebaliknya. Karena kembali lagi, prinsip Great Return came with Greater Risk.

#four Kurs Bisa Jatuh, dan Akan Naik Kembali.

Faktanya, sebuah nilai valas memiliki resiko jatuh drastis dan rebound dengan kenaikan yang sama juga. Tapi penting untuk trader mencari tahu alasan yang menyebabkan nilainya jatuh, seperti karena ekonomi negaranya mengalami perlambatan dan suku bunga dipotong. Patut diperhatikan juga kebijakan quantitative tightening yang lagi diambil financial institution sentral di banyak negara guna menekan inflasi, khususnya setelah era quantitave easing yang dilonggarkan selama pandemi, contoh Covid-19.

Di sisi lain, nilai valas juga bisa turun drastis karena adanya isu skandal akan penipuan dari perbankan ataupun isu yang menyebabkan kredensial perbankan di negaranya menurun. Jadi jangan beranggapan kalau nilai kurs jatuh, maka a hundred% akan rebound kembali. Itu spekulasi yang sangat berbahaya, apalagi tanpa riset mendalam dan pertimbangan toleransi resiko yang bisa diterima oleh dealer.

Akhir kata, ingat kalimat berikut :

“beyond performance is not a guide to future performance”

Karena kondisi pasar itu dinamis, nilai kurs akan naik turun kapan saja. Saat kamu tertidur pulas pun, bisa saja valas di negara tetangga berubah karena kebijakan baru dari financial institution sentral. Jadi jangan berusaha memprediksi pasar, dan tetap fokus latih ability dan persiapan intellectual kamu. Karena lebih baik mengarahkan pandangan dan energi kita pada hal yang bisa dikontrol, dan itu adalah diri kita sendiri.