Nih Daftar Konglomerat Yang Menggunakan Motor Listrik Subsidi

Posted on

Setelah bertahun-tahun menjadi keynote address tanpa terobosan signifikan, bisnis kendaraan listrik (EV) Indonesia kini mulai mengejar ketertinggalan dengan negara lain.  Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya pengusaha dan kelompok usaha besar yang terlibat dalam pengerjaan bisnis yang diharapkan dapat mengganggu sektor energi dan transportasi. Lantas siapa saja pemain utamanya hingga saat ini?

Setelah pemerintah mendeklarasikan kendaraan listrik sebagai bagian dari masa depan Indonesia dan mulai mendorong industri hulu untuk bergerak ke hilir, satu per satu kelompok usaha raksasa yang diasuransikan bergerak cepat untuk mengamankan posisinya.

Selain itu, pemerintah juga tengah menggarap beberapa kebijakan dan insentif yang tampaknya diberikan untuk memastikan keberhasilan transformasi ini. Saat ini dikabarkan pemerintah memberikan subsidi untuk pembelian listrik baru hingga Rp 8 juta, sedangkan angka konversinya bisa mencapai 5 crore.

Di masa depan, insentif baru tentu diperkirakan akan meningkat jumlahnya, seperti kredit karbon, yang tampaknya menjadi sumber keuntungan baru, yang telah tertunda berkali-kali, tetapi diperkirakan akan berlaku dalam beberapa tahun.

Lantas siapa saja pemain kendaraan listrik di Indonesia saat ini? Berikut sejumlah nama lama yang sudah melantai di bursa saham dan tertarik menggarap kendaraan listrik di Indonesia.

  1. Indika Energy (INDY)

Setelah diberitakan secara luas, CEO Indika Energy Arsjad Rasjid akhirnya memamerkan motor listrik di Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS). Mesin tersebut diproduksi oleh PT Ilectra Motor Group (IMG) yang bergerak di industri kendaraan listrik roda dua (EV) dengan merek ALVA.Sebelumnya, INDY bersama anak usahanya PT Indika Energy Infrastructure telah mendirikan perusahaan dengan nama PT Solusi Mobility Indonesia (SMI).

Keterlibatan perusahaan di SMI merupakan langkah perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya di sektor kendaraan listrik di Indonesia.

INDY memiliki 99,998% saham senilai Rp 49,99 miliar, sedangkan sisanya 0,002% senilai Rp 1.000.000 dimiliki oleh Indika Energy Infrastructure (IEI).

Tahun lalu, INDY juga mendirikan PT Electra Mobility Indonesia (EMI). Nilai investasi untuk pendirian perusahaan ini mencapai Rp 40 miliar.

  1. TBS energi utama (TOBA)

Selain itu, ada emitor batu bara PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang pada November tahun lalu membentuk perusahaan patungan dengan raksasa Gojek terkait pengembangan bisnis sepeda motor listrik di Indonesia.

Pendirian perusahaan patungan tersebut antara lain perusahaan ini akan bergerak di bidang perakitan sepeda motor, perdagangan sepeda motor, perbaikan dan perawatan sepeda motor, pembiayaan, perakitan baterai untuk kendaraan bermotor hingga pemasok stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum.

Perusahaan patungan ini didirikan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik Electrum. TOBA memiliki target ambisius untuk dapat menjual 500.000 motor listrik pada tahun 2025.

  1. NFC Indonesia (NFCX) dan M Cash Integrasi (MCAS)

PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), melalui anak usahanya PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), dari Grup Kresna, menggandeng perusahaan jasa kurir PT SiCepat Ekspres Indonesia (SiCepat) untuk masuk ke bisnis kendaraan listrik (EV) membentuk perusahaan patungan bernama PT Energi Selalu Baru (ESB).

Perusahaan mengatakan akan menginvestasikan dana sekitar Rp 300 miliar-Rp 400 miliar hingga 2023 untuk memproduksi motor listrik Volta. Hingga akhir 2022, NFC Indonesia menargetkan produksi motor listrik mencapai 10.000 unit.

  1. Gaya Sempurna Abadi (SLIS)

Jika emiten lain baru mencoba masuk ke sektor kendaraan listrik, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) fokus merakit kendaraan listrik, baik itu sepeda listrik maupun sepeda motor listrik. Selain itu, SLIS juga memiliki lini bisnis perdagangan komponen elektronik, seperti lampu dan kipas angin.

Untuk sepeda listrik, SLIS memiliki sejumlah produk, seperti moped listrik yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari mulai dari pembelian kebutuhan pokok di pasaran.

Selain moped listrik, SLIS juga mengeluarkan produk e-bike, yang ditujukan untuk penggemar sepeda gunung.

Selain sepeda listrik, SLIS juga memiliki “pahlawan” sepeda motor setrum, sepeda motor listrik yang terlihat seperti sepeda motor matic.

SLIS juga memiliki jenis kendaraan listrik lain dengan nama SPV to scooter.

  1. Wijaya Karya (WIKA) e IBC

Tak hanya emiten swasta, emiten pelat merah atau yang dikenal dengan BUMN Karya PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), melalui anak usahanya, juga masuk ke bisnis kendaraan listrik dengan menguasai kepemilikan mayoritas produsen sepeda motor listrik buatan lokal, Gesits.

Anak usaha Wika, PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON), mengakuisisi 10,66% saham produsen motor listrik Gesits, PT Gesits Technologies Indo (GTI) dari PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA).

Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa produksi kendaraan elektrifikasi, termasuk listrik dan hibrida murni, untuk tipe roda empat dan dua, bisa lebih dari 2 juta unit pada tahun 2025. Terdiri dari 400.000 unit roda empat dan 1,76 juta unit roda dua.

Saat ini, Indonesia Battery Corporation (IBC) menguasai 53,93% saham PT Wika Industri Manufaktur (WIMA), produsen motor listrik Gesits.

  1. The Ultimate Great o Don Papank (Tangkas)

Agung Pamungkas (Tangkas) bagian dari grup Pamungkas adalah pemilik tunggal motor listrik merek Tangkas, serta master Indonesia untuk produk kendaraan listrik merek U-Winfly.

Merek kendaraan listrik U-Winfly saat ini menjadi market leader di Indonesia, dengan penjualan antara 15.000 hingga 20.000 unit per bulan selama tahun 2021, bahkan sudah dikenal sebagai Motor Rakyat, dengan spesifikasi yang sama dibandingkan kompetitor, namun harganya sangat kompetitif.

  1. Kelompok saudara Djarum dan Hartono

Polytron, di bawah naungan Djarum Group, tidak hanya terjun ke bisnis rokok dan elektronik, tetapi juga kendaraan roda dua listrik.

Polytron Indonesia meluncurkan dua motor listrik baru, yakni Fox-R dan T-Rex di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2022 di JCC, Senayan, Jakarta, hari ini, Rabu (2/11/2022). Peluncuran ini seolah menandakan bahwa produsen peralatan elektronik ini semakin berani bekerja di pasar motor listrik di Tanah Air.

“Harapannya dengan dukungan pemerintah dan dukungan masyarakat yang kuat, industri motor listrik akan semakin berkembang dan berkembang. Polytron akan terus mengedepankan inovasi dan kreasi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Chief Commercial Officer Polytron Tekno Wibowo.