Rupiah Selamat, Semua Mata uang Asia Babak Belur

Posted on

Nilai tukar rupee berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga setengah dari perdagangan Rabu (14/12/2022), setelah sentimen global membaik akibat inflasi AS yang lebih rendah.

Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan, rupee menguat 0,67% menjadi Rp 15.550/US$. Rupee kemudian terkoreksi lebih dalam menjadi 0,25% pada Rp 15.616/US$ pada pukul 11.00 WIB.

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) merilis angka inflasi semalam yang diukur oleh Indeks Harga Konsumen (IHK) hingga November 2022, yaitu 7,1% per tahun (tahun-ke-tahun). Di bawah bulan sebelumnya sebesar 7,7% year-on-year. Hasilnya juga menandai penurunan inflasi selama 5 bulan berturut-turut.

Angka inflasi juga di bawah konsensus analis di Reuters dan Trading Economics, yang memperkirakan tingkat inflasi akan menjadi 7,3% per tahun.

Rilis data semakin memperkuat bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya pada Mei 2022 di 9,1%.

Hal ini juga membuat sentimen global semakin kondusif, sehingga mata uang di emerging market juga bisa menguat di pasar spot.

Sementara itu, investor global masih menunggu pengumuman FOMC yang dijadwalkan pada Kamis pekan ini. The Fed akan mengumumkan arah kebijakan moneternya.

Mengacu pada CME Group, sebanyak 83% analis memprediksi The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 50 bps. Lebih rendah dari kenaikan sebelumnya.

Ahli strategi mata uang Commonwealth Bank of Australia (CBA) Carol Kong mengharapkan Ketua Fed Jerome Powell untuk memberikan pendapatnya tentang risiko terhadap pertumbuhan ekonomi di masa depan.

“Kami mengharapkan Ketua FOMC Powell dalam konferensi persnya untuk berbicara tentang risiko terhadap pertumbuhan ekonomi, serta kebutuhan untuk mengurangi inflasi ke target,” katanya kepada Reuters.

 

Di Asia, sebagian besar mata uang di Asia masih itinerant. Hanya tiga mata uang yang berhasil menguat, termasuk ringgit Malaysia, dolar Taiwan, dan mata uang Garuda.

Sementara itu, rupee India terkoreksi tajam 0,39% terhadap dolar AS. Kemudian disusul yuan China yang melemah 0,23%.