Rupiah Tak Perkasa Saat Dolar Keok, Begini Penjelasan BI!

Posted on

Sejak awal pekan, nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Padahal dolar AS sedang lesu-lesunya.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI), Edi Susianto melihat tidak ada persoalan yang amat serius. Situasi nilai tukar rupiah masih terkendali.

“Kemarin melemah Rp 10,- kemarin melemah Rp 12.- relatif masih workable,” ujarnya, Rabu (14/9/2022)

 

Secara teknikal, rupiah yang disimbolkan USD/IDR melemah tipis-tipis dalam 2 hari terakhir, tetapi masih berada di bawah rerata pergerakan 50 hari (transferring common 50/MA50) kisaran Rp 14.890/US$ – Rp 14.900/US$.

MA 50 merupakan resisten kuat yang menahan pelemahan rupiah. Sehingga selama bertahan di bawahnya, rupiah berpeluang menguat.

Berdasarkan Revinitiv, rupiah melemah tipis 0,07% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 14.850/US$ kemarin,

Menurut Edi, bahkan kalau dilihat sepekan terakhir, situasi nilai tukar menguat. Sejalan dengan mata uang negara tetangga.

“Kalau dari records yang saya pegang, pergerakan rupiah 1 minggu terakhir (secara week to week) mengalami penguatan, bersama dengan mata uang THB, MYR, PHP,” paparnya.

Baca:Kalian Sadar Nggak Sih Kalau Suku Bunga Tabungan Ada Yang zero%?
Pasar uang, kata Edi masih sangat kondusif. Ketersediaan valuta asing (Valas) terjaga sehingga tidak ada kepanikan.

“Pasar forex msh kondusif. Masih ada influx dari asing di saham dan eksportir masih jualan valas,” pungkasnya