Tanda-tanda Perlambatan Kenaikan Suku Bunga The Fed, Apakah Karena IHSG Menguat?

Posted on

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) naik pada Kamis pagi sebagai tanda-tanda perlambatan suku bunga oleh Federal Reserve AS (The Fed). IHSG membuka 22,6 poin atau 0,32 persen ke level 7.076,72. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,79 poin, atau 0,48 persen, menjadi 1.003,29. Di tengah menguatnya pasar global akibat risalah The Fed yang akan menaikkan suku bunga lebih kecil di bulan Desember, IHSG hari ini berpeluang menguat di kisaran 6.986-7.135,” tulis Tim Riset Lotus Sekuritas dalam studinya di Jakarta, Kamis.

Bursa saham Wall Street pada Rabu (23/11) ditutup menguat setelah risalah pertemuan Federal Reserve menunjukkan kenaikan suku bunga bisa segera melambat. Dow Jones Industrial Average naik 0,28 persen menjadi 34.194,06, S&P 500 naik 0,59 persen menjadi 4.027,26, dan Nasdaq Composite menambahkan 0,99 persen menjadi 11.285,32.

Risalah pertemuan Fed menunjukkan bank sentral melihat kemajuan dalam perjuangannya melawan inflasi tinggi dan ingin memperlambat laju kenaikan suku bunganya pada akhir tahun ini. Pada awal November, bank sentral menyetujui kenaikan keempat berturut-turut sebesar 75 basis poin (bps). Sementara itu, jumlah warga AS yang mengajukan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran naik menjadi 240.000 aplikasi, lebih dari ekspektasi ekonom sebesar 225.000 aplikasi. Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS mungkin melemah. Dari data tersebut, PMI manufaktur global S&P AS turun menjadi 47,6 pada November 2022, dari 50,4 pada Oktober, jauh di bawah perkiraan 50. Data menunjukkan aktivitas manufaktur AS berkontraksi di mana ada penurunan.

produksi  dan  penurunan tajam dalam pesanan baru, karena kondisi permintaan terhambat oleh inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Dari Eropa, pasar saham Eropa ditutup menguat pada Rabu (23/11) karena investor mencerna data ekonomi dari zona euro, serta menunggu risalah pertemuan terakhir Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa (ECB), untuk petunjuk tentang kenaikan suku bunga di masa depan. Dari data tersebut, PMI manufaktur zona euro naik menjadi 47,3 pada November 2022 dari 46,4 pada bulan sebelumnya.

Data menunjukkan perbaikan dalam situasi pasokan di zona euro, meskipun masih menunjukkan kontraksi dalam aktivitas manufakturnya. Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei naik 340,41 atau 1,21 persen ke level 28.456,15, indeks Hang Seng naik 116,33 atau 0,66 persen ke level 17.640,14, indeks Shanghai naik 6,12 poin atau 0,2 persen ke level 3.103,03, dan indeks Straits Times naik 2,95 poin atau 0,09 persen ke level 3.258,94.